Penulis: Admin Sorotan Kita
Dalam suatu kesempatan sebagai penceramah pada Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Provinsi Jawa Barat, Jum’at (27/8) di Masjid Agung Provinsi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menejelaskan tentang pentingnya membaca, mempelajari, memahami dan yang sangat utama adalah mengamalkannya. Al qur’an itu adalah pedoman yang dapat menuntun manusia kedalam kebahagiaan didunia dan diakhirat kelak.
Setiap kita membaca Al Qur’an, maka akan mendapatkan suatu kebaikan. Setiap membaca satu huru
f Al qur’an mendapatkan 10 kebaikan. Jadi berapa banyak kebaikan yang akan kita peroleh manakala kita membacanya sampai tamat. Apalagi hal itu dilakukan seperti di Bulan ramadhan sekarang ini. Paling “kikir”, al qur’an itu dibaca setiap hari, sebanyak satu juz.
Dahulu kala, masyarakat di perdesaan manakala memasuki waktu magrib dan isya, hampir tiap rumah terdengar suara yang membaca al qur’an. Namun saat ini sudah semakin berkurang, seiring masuknya teknologi informasi (seperti media televisi), ke pedesaan, sehingga masyarakat lebih senang menonton hiburan. Oleh karena itu, Gubernur mengajak kepada masyarakat ummat Islam untuk terus membiasakan membaca alq ur’an.
Selain al qur’an itu dibaca, langkah berikut yang harus dilakukan adalah mempelajari al qur’an. Mempelajarinya dari aspek isi atau kandungannya, aspek tata bahasanya dan kedalaman dari arti dan tafsir setiap ayatnya, terutama untuk pedoman penyelenggaraan Ilmu Pengetahuan dan teknologi, pemerintahan dan kemasyarakatan. Banyak ayat-ayat al qur’an yang patut dijadikan pedoman dalam mendalami teknologi, ilmu pengetahuan alam dll.
Setelah kita mempelajarinya, akan timbul pemahaman dan dengan itu muncul suatu kesadaran dalam hati untuk mengamalkannya. Inilah hal terpenting dari semua perjalanan membaca, mempelajari dan memahami al qur’an.
Permasalahan di masyarakat acapkali dijumpai, mushaf al qur’an hanya dijadikan pajangan saja. Setelah dijadikan tambahan mas kawin tatkala proses ijab qabul, lalu disimpan dan jarang disentuh, apalagi dibaca dan dipelajarinya.
Permasalahan lainnya adalah masih ada ummat Islam khususnya di Jawa Barat yang buta huruf al qur’an. Al qur’an masih “ditalar” dengan tidak memahami huruf-hurufnya. Atau hanya paham huruf latinnya saja.
Menyadari permasalahan tersebut, maka diperlukan upaya dari terutama para kiayi, udztad dan lainnya untuk mengajak ummat mempelajari al qur’an. Banyak upaya yang harus dilakukan. Misalnya membentuk kelompok pengajian, menyelenggarakan kajian al qur’an, memperbanyak TPA/TKA Al qur’an di madrasah dengan tanggaung jawab masyarakat. Di tingkat sekolah formal, harus dibuka jam khusus untuk mempelajarinya. Bagi orang tua tertentu bisa menyelenggarakan sendiri pengajian secara rutin bagi anak-anaknya dengan mendatangkan udztad. Semua yang menyadari hal itu, harus bergerak secara konsisten sampai titik dimana ummat sudah mengenal dan mengamalkan al qur’an.
Rasanya bangsa ini akan aman dan tenteram manakala penduduk muslimnya menjadikan al qur’an sebagai pedoman dalam menuntun kehidupannya. Tak ada kekerasan. Tak ada perampokan. Tak korupsi. Yang miskin berkurang. Sunggu menjadi Negara “Baldatun Tahoyyibatun Wa-Robbun Ghafur”. Negara yang baik dan diliputi ampunan Allah.
Sumber:31 Agustus 2010 http://www.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/informasi/sorotan_kita/detilsorotan/59
Diposkan Oleh:Malaikat Kecilku




