Laporan: M Daud MSi Dosen UNM, Anggota Presidium FPKBB
Minggu, 4 April 2010 | 22:15 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM — Sebanyak sembilan desa di Kecamatan Libureng bagian barat mendesak agar dimekarkan. Mereka ingin berdiri sendiri sebagai kecamatan dengan nama Liburengriaja. Warga mengaku pernah dijanji oleh Bupati Idris Galigo saat melakukan safari Ramadan lalu bahwa Liburengriaja akan dimekarkan tahun 2010.
Pernyataan para tokoh masyarakat tersebut dilontarkan saat bertemu dengan Presidium Forum Pemekaran Kabupaten Bone Barat (FPKBB) saat acara silaturahmi dengan tokoh masyarakat, kapala desa, dan badan permusyawaratan desa (BPD) di wilayah Libureng barat di Desa Swadaya, Sabtu (3/4).
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari penyerahan proposal pembentukan Kabupaten Bone Barat ke DPRD Bone, 25 Maret lalu. Dalam proposal tersebut, FPKBB mengusulkan ke DPRD agar ada pemekaran kecamatan masing-masing Liburengriaja dan Ponreriaja.
Kedua kecamatan hasil pemekaran itu nantinya masuk ke wilayah Bone Barat.Pemekaran kecamatan dilakukan untuk memperdekat jarak antara kecamatan tersebut dengan pusat kabupaten jika Kabuaten Bone Barat terwujud. Secara geografis, kedua wilayah itu memang masuk ke Bone bagian barat.
Ketua Presidium FPKBB, Hamid Paddu, mengatakan, silaturahmi ini untuk memperjelas desa mana saja yang akan masuk Liburengriaja.
Tokoh masyarakat menyebutkan bahwa sembilan desa tersebut memang secara geografis terletak di Bone Barat. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan beberapa layanan publik lainnya lebih banyak dilakukan warga di wilayah itu di Lappariaja (pusat Bone barat) dibanding ke ibu kota Kecamatan Libureng. Dengan demikian, nantinya layanan dari pemerintah ke warga di wilayah itu akan semakin efektif dan efisien.(*)
http://www.tribun-timur.com/read/artikel/92756/CITIZEN-REPORTER-Pemekaran-Kecamatan-




