Jumat, 15 Januari 2010 | 03:40 WIB
jakarta, kompas – Upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal dinilai berjalan lamban karena terganjal faktor minimnya sumber daya manusia. Padahal di sisi lain, ada 9,39 juta penganggur yang sekitar 12,6 persen di antaranya sarjana.
Untuk mengatasi kedua hal itu, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal akan mulai melaksanakan kuliah kerja nyata tematis pada tahun 2010. Kegiatan itu bekerja sama dengan dua perguruan tinggi negeri, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga. Melalui program ini, mahasiswa yang mengikuti kuliah kerja nyata diharapkan terdorong kembali ke daerah setelah lulus.
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal Zaini menilai keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah tertinggal penting karena mahasiswa adalah agen perubahan yang diharapkan dapat menggerakkan masyarakat di daerah berbekal berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi.
”Mahasiswa diharapkan kembali ke desa untuk menerapkan ilmunya dan mengembangkan inovasi atau penemuan di daerah-daerah tertinggal,” kata Helmy ketika bertemu perwakilan organisasi mahasiswa dan pemuda dalam acara Ngobrol Bareng Menneg PDT bertema ”Sarjana Pulang ke Desa”, Rabu (13/1) di Jakarta.
Setelah menandatangani nota kesepahaman, kini sedang disusun program-program yang akan diberikan kepada mahasiswa untuk dipraktikkan di daerah. Untuk UGM saja, menurut rencana, akan ada 6.000 mahasiswa yang mengikuti program kuliah kerja nyata tahun 2010.
”Intinya, Kementerian PDT butuh sukarelawan yang mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan program percepatan pembangunan daerah tertinggal,” kata Helmy.
Jika program kuliah kerja nyata tematis berhasil, diharapkan akan ada desa-desa binaan yang bisa menjadi percontohan dan inspirasi bagi daerah lain, terutama daerah tertinggal. Sampai saat ini masih ada 123 kabupaten (62 persen) di kawasan Indonesia timur, 58 kabupaten (29 persen) di Sumatera, 18 kabupaten (9 persen) di Jawa, dan 18 kabupaten (9 persen) di Bali yang tergolong daerah tertinggal.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa meminta pemerintah serius melaksanakan berbagai program dan tidak hanya memberi janji-janji manis. (LUK)




