Musrenbang Harus jadi Wacana Pembangunan

MEMPAWAH- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus menjadi wacana pembangunan tahun 2011 mendatang. Penegasan itu dilontarkan Amon Amed Sth, Wakil Ketua Komisi C bersama Martinus SE MSi jeda musrenbang kepada Pontianak Post.Dia secara tegas minta kepada pemerintah kabupaten, untuk tidak menjadikan musrenbang hanya sebagai formalitas dan aksen menjadi program. Tapi harus diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan. Rujukan musrenbang kata dia diusung dari hasil musrendes, ditindaklanjuti menjadi musrencam hingga dibahas dalam musrenbang kabupaten. “Kegiatan itu harus sinergi dengan program pemerintah provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa,”pinta dia.

Sebab, tujuan dan sasaran dari pelaksanaan musrenbang adalah selain untuk mengakomodir rujukan dari yang dibawa sejak musrendes oleh para kades dan Musrencam oleh para camat, sudah sepatutnya diakomodir oleh stakeholder sebagai penjaring usulan.“Banyak kades yang sudah enggan untuk menghadiri musrenbang. Pasalnya, upaya, usaha dan akomodir rujukan dari bawah yang mereka usung dan sampaikan, terkadang terpangkas diperjalanan,” aku legislator PDIP.Jika sudah demikian, mulai dari kades, camat hingga wakil rakyat yang diusung dari masing-masing daerah pemilihan (dapil) menjadi tidak enak dengan masyarakat dan konstituennya . Karena akan timbul penilaian masyarakat, para tokoh tersebut tidak mampu memperjuangkan aspirasi yang diserap dari bawah. “Ini yang disebut buah simalakama. Dimakan mati bapak, tidak dimakan mati ibu,” istilah mereka.

Mengutip penegasan Gubernur Kalbar yang menilai keterlibatan masyarakat luas dalam rumusan musrenbang merupakan implementasi kebijakan dari bawah ke atas bottom up. “Bupati mesti peka dan tanggap dalam penyusunan APBD 2011, tidak asal menerima apa yang disampaikan bagian penyusun anggaran. Sebelum diajukan kepada legislatif sebaiknya lakukan cross check terlebih dahulu. Jangan sampai mengecewakan warga, termasuk kalangan dewan sendiri setelah draf RAPBD diajukan untuk dibahas,” pinta mereka. (ham)

Kamis, 01 April 2010 , 06:50:00

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=32283

Leave a Reply