Musrenbang Jangan Sekedar Formalitas

SUBULUSSALAM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Subulussalam yang digelar dua hari Senin-Selasa (5-6/4) diharapkan tidak hanya sekedar formalitas, namun lebih dari pada itu juga mempertimbangkan substansi kegiatan tersebut karena musrenbang merupakan ajang dan tempat untuk membahas berbagai macam persoalan terkait dengan pembangunan di daerah. Karenanya, segala yang disepakati pada kegiatan tersebut mestinya dapat direalisasikan sebagai acuan pembangunan daerah ini ke depan.

musrenbang formalitasSalah seorang unsur masyarakat, Wildan Sastra kepada Serambi mengatakan, Musrenbang adalah hasil assesmen paling penting terhadap usulan program yang prioritas dari masyarakat karena apa yang dihasilkan merupakan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya. Dijelaskan, mengacu pada aturan hukum yang berlaku, dalam hal ini UU No 25 Tahun 2004 tentang Strategi Perencanaan Pembangunan Nasional, maka partisipasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan pembangunan sebagai bentuk dari proses demokrasi.

Untuk itu, agar Musrenbang lebih bermakna serta kelanjutan pembangunan, Wildan berharap kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mensinkronkan kegiatan yang ada di unit kerjanya dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dana yang ada di SKPD pemanfataannya lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat. Wildan menambahkan bila suatu perencanaan sudah disusun dengan rapi dan matang diyakini sistem penyelenggaraan pemerintahan akan berlangsung baik sesuai dengan harapan masyarakat serta visi dan misi pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Karlinus, mengingatkan semua pihak agar menghindari mengutamakan kepentingan pribadi dari pada kepentingan orang banyak. Sebab, kata Karlinus, pembangunan yang akan dilaksanakan adalah dambaan seluruh masyarakat Kota Subulussalam bukan kelompok tertentu. Karlinus juga mengatakan bahwa perencanaan sebagai awal dari pembangunan yang harus melibatkan semua elemen masyarakat. Sehingga, lanjutnya, tidak ada kesan bahwa pembangunan yang direncanakan pemerintah hanya keinginan sekelompok tertentu saja.”Namun karena terbatasan dana, tidak semua keinginan dapat dipenuhi pemerintah makanya melalui forum ini kita akan menentukan program yang lebih mendesak,” ujar Karlinus

Pada bagian lain, Karlinus mengakui bahwa dalam penyusunan RAPBK tahun 2010 terdapat berbagai kelemahan. Namun dia berharap agar kelemahan yang terjadi untuk berbuat lebih baik pada penyusunan RAPBK tahun 2011 mendatang. Karlinus pun meminta para camat, aparatur desa, tokoh masyarakat, agama dan elemen lainnya ikut berperan aktif dalam Musrenbang desa dan kecamatan masing-masing.

Wakil Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang, dalam sambutannya meminta masyarakat agar memanfaatkan forum Musrenbang sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat untuk ditetapkan dalam program pembangunan pemerintah daerah. Menurut Affan Musrenbang merupakan wadah dalam menyatukan persepsi semua tingkatan pemerintah dengan cara mendorong terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergitas program, sehingga akan menghasilkan prioritas pembangunan. Affan pun berharap, walau usia Subulussalam masih relatif muda namun dapat sejajar dengan kabupaten lainnya.(kh)

6 April 2010, 09:16

http://www.serambinews.com/news/view/27852/musrenbang-jangan-sekedar-formalitas

Leave a Reply