PALEMBANG – Ketua DPR RI Marzuki Alie menekankan bahwa setiap pemekaran wilayah harus memberikan keuntungan bagi daerah. Pasalnya, sasaran dari suatu pemekaran wilayah adalah keinginan untuk mensejahterakan rakyat.
“Kalau dengan pemekaran daerah justru membuat kantong-kantong kemiskinan baru, untuk apa pemekaran itu dilakukan,” ujar Marzuki yang ditanya soal rencana pembentukan Kabupaten PALI serta Muratara yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Muaraenim serta Musirawas, Jumat (23/10) malam di Palembang.
Pemekaran suatu wilayah harus melihat sumberdaya alamnya, sumberdaya daerah, sumberdaya manusia dan semua aspek yang terlibat dalam pembangunan daerah. Jangan sampai tergopoh-gopoh ingin memekarkan wilayah saja. Tetapi ternyata potensi daerah tidak ada sama sekali. “Akhirnya daerah seperti itu menyusu terus dengan daerah induk. Kalau tidak disusui akan menjadi miskin. Ini sangat berbahaya,” kata Marzuki. Menurut Marzuki, untuk renacana pembentukan Kabupaten PALI dan Muratara di Sumsel, bila mengadung nilai positif maka di DPR RI prosesnya akan terus dilakukan. Kalau tidak, maka tidak akan dilanjutkan. “Inilah yang menjadi prinsip dasar, karena pemekaran hanya untuk mensejahterakan rakyat,” tegasnya. Marzuki menolak bila dirinya harus memberi perhatian khusus kepada PALI dan Muratara. Hal itu karena dirinya memimpin lembaga untuk Indonesia.
“Saya tidak mau bicara soal kedaerahan. Saya bicara standar bagaimana itu diperlakukan secara umum. Memang ada keinginan untu membangun daerah tetapi harus dengan cara-cara yang baik,” ujarnya.
Sumber: Sriwijaya Post (Sabtu, 24 Oktober 2009 11:53 WIB)




