WASPADA ONLINE
LANGSA – Menjelang batas waktu terakhir (deadline) pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (RAPBK) Aceh Timur tahun 2010 diingatkan legislatif dan eksekutif daerah itu agar mengoptimalisasikan anggarannya untuk kepentingan rakyat.
“Hal ini dirasakan penting, mengingat kondisi warga di ujung timur Provinsi Aceh ini masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan,” ujar ketua badan pekerja Gerakan Solidaritas untuk Aceh Timur (GaSAT), Salamuddin, pagi ini.
Diingatkan, pembahasan RAPBK ini seyogyanya tidak menyimpang dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kabupaten. “Karena hasil Musrenbang dinilai penting sebagai bentuk aspirasi masyarakat bawah,” cetusnya.
Dikatakan, pembahasan RAPBK Aceh Timur tahun 2010 yang sudah mendekati deadline tanggal 20 Maret ini penting untuk diingatkan kembali, sehingga pihak legislatif dan eksekutif tak beralasan lupa jika ada mata anggaran yang diusulkan lewat Musrenbang tak masuk dalam APBK 2010 nantinya.
“Ini harus benar-benar mewakili masyarakat yang sudah ada, berdasarkan hasil Musrembang tingkat kabupaten yang sudah difinalisasikan beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Dikatakan, lebih ironisnya lagi bahkan terkesan banyak proyek yang dititipkan diluar dokumen hasil Musrenbang. “Padahal UU Nomor 25 tahun 2004 Tentang Musrenbang dan UU Nomor 32 tahun 2005 Tentang Otonomi Daerah sudah disahkan sebagai wujud perubahan sistem dari sentralisasi ke arah desentralisasi,” pungkasnya.
Editor: SATRIADI TANJUNG
Thursday, 11 March 2010 08:26
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=96047:rapbk-aceh-timur-optimalkan-rakyat&catid=13:aceh&Itemid=26




