Kamis, 17 September 2009, 08:21 WIB
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
VIVAnews – Ali Mochtar Ngabalin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, menyesalkan aksi pemerintah yang menarik kembali Rancangan Undang-Undang Rahasia Negara. Menurut Ngabalin, pembahasan RUU Rahasia Negara telah dilakukan oleh DPR bersama Pemerintah sejak tahun 2007.
RUU Rahasia Negara, kata Ngabalin, merupakan RUU yang dibahas bersamaan dengan RUU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) karena adanya sedikit kesamaan obyek pembahasan. DPR pun menyepakati RUU Rahasia Negara dibahas setelah RUU KIP disahkan menjadi UU.
“Sudah disepakati sejak 2007 bersamaan dengan UU KIP (saat itu masih RUU). Rancangan masuk bersamaan, dan DPR sepakat RUU Rahasia Negara setelah KIP selesai,” kata Ngabalin di Jakarta, Rabu malam, 16 September 2009.
Ngabalin mengungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah membuat surat ke anggota DPR yang meminta pembahasan RUU Rahasia Negara dipercepat. “Bulan April (2009) kami didesak, ada surat presiden ke DPR untuk pembahasan dipercepat,” ujar politisi Partai Bulan Bintang ini.
Alasan pemerintah dalam menarik RUU Rahasia Negara, menurut Ngabalin, tidak masuk akal. Adapun sejumlah alasan itu antara lain waktu pembahasan yang dianggap tidak cukup dan masih ada pertentangan dalam isi pasal RUU Rahasia Negara. “Tolong jelaskan pasal yang mana (yang dianggap ada pertentangan), agar bisa dibicarakan sama-sama,” kata dia.
Lebih lanjut Ngabalin beralasan, pembahasan yang dilakukan oleh anggota DPR bersama dengan Pemerintah sudah mencakup semua. “Definisi, Tahapan, Publikasi, semuanya sudah clear dibicarakan. Ini menyangkut rahasia negara, tidak mungkin pers dibelenggu karena (RUU) ini,” tuturnya.
Dalam pembahasan RUU Rahasia Negara di DPR kemarin, Ali Mochtar Ngabalin nyaris terlibat perkelahian fisik dengan politisi Partai Demokrat Syarif Hasan. Pernyataan Ngabalin yang mengatakan “Presiden mencla-mencle” dikritik Syarif dengan perkataan yang lalu menyulut emosi Ngabalin.
Sumber: http://politik.vivanews.com/news/read/91041-_presiden_pernah_minta_pembahasan_dipercepat_




