Assesment Media di Kabupaten Sukabumi

Locator_kabupaten_sukabumiProgram FITRA di Kab. Sukabumi baru berjalan satu bulan. Karena masih relative baru, maka interaksi FITRA secara kelembagaan dengan stakeholders Sukabumi masih terbatas.  Sebelumnya program FITRA berada di Kota SUkabumi, dan keberadaan FITRA di Kota Sukabumi relative sudah dikenal, paling tidak dikalangan OMS dan jajaran pemerintahan. Dengan adanya pergeseran wilayah kerja, maka  FITRA berupaya melakukan upaya sosialisasi dan perkenalan program ke jajaran pemerintahan dan OMS di Kabupaten Sukabumi.

Kantor pemerintahan Kabupaten Sukabumi tersebar di beberapa kecamatan. Kantor Bupati, Setda, Bappeda dan DPRD terletak di Pelabuhan Ratu, yang sekaligus sebagai ibukota Kabupaten. Namun SKPD teknis masih tersebar di bagian sebelah utara Sukabumi yaitu disekitar kecamatan Cisaat dan Cibadak. Sementara itu, pendopo kabupaten yang lama yang berada di Kota Sukabumi masih digunakan untuk aktivitas pemerintahan. Bupati dan DPRD masih menggunakan pendopo tersebut untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Dengan demikian mobilitas para pejabat di Kab. Sukabumi relative tinggi yaitu antara Pelabuhan Ratu dan Sekitar Kota Sukabumi.

Media massa (Koran) beredar ada yang media nasional (Kompas, Republika, Media Indonesia, Seputar Indonesia), Regional (Pikiran Rakyat, Tribun Jabar) local (Radar Sukabumi), media komunitas ada jurnal Sukabumi. Masih ada media local lainnya yang terbit berkala sesuai dengan event tertentu. leaflet, brosur sering digunakan untuk event-event tertentu dan kepentingan yang bersifat adhoc.

Media elektronik; Siaran Radio swasta cukup banyak dan mayoritas sebagai radio hiburan, ada 2 radio yang mempunyai program acara membahas kebijakan publik yaitu : suara masyarakat sukabumi (SMS) dan Latanza. Acara di Dua radio ini lumayan dikenal di masyarakat, terutama dikalangan pegiat pemerintahan dan jajaran pemerintahan di Sukabumi.

Untuk media TV, hampir semua TV nasional bisa diakses, ada TV local yang dikelola oleh swasta yaitu ATV. Program yang membahas kebijakan publik sering dilakukan terutama untuk issue pendidikan dan kesehatan. Issue yang bersifat event seperti Pemilu, Pilkada juga mendapat porsi dalam program siarannya. Jam tayangnya masih terbatas yaitu pada jam 4 sore sampai 9 malam. Jangkauan pancarannya kota Sukabumi dan sebagian Kabupaten Sukabumi.

Dari tiga jenis media massa, yang paling berpengaruh dalam membentuk opini di masyarakat dan di jajaran pemerintahan adalah Koran (Radar Sukabumi, Republika) untuk Radio adalah Suara Masyarakat Sukabumi (SMS). Yang sering dijadikan perhatian masyarakat pemberitaan yang menyangkut dengan pelayanan publik dan penyalahgunaan kekuasaan (Korupsi). Seperti  mahalnya biaya pendidikan, layanan kesehatan, layanan KTP, kondisi sarana infrastruktur jalan, layanan kebersihan, penyelewengan anggaran publik.

Penggunaan media untuk advokasi selama ini yang dianggap cukup efektif melalui Koran dan radio local. Metodenya dengan melakukan press release untuk Koran dan talkshow dengan melibatkan pejebat publik di radio. Khusus untuk advokasi anggaran FITRA menerbitkan kalender anggaran yang dibagikan secara Cuma-Cuma kepada masyarakat. Sementara publikasi kegiatan FITRA dilakukan melalui blog FITRA yang difasilitasi oleh Seknas FITRA di Jakarta.

Kendala dalam mengembangkan media advokasi adalah menyangkut dengan budjet dan sumber daya manusianya. Karena FITRA berbasiskan “proyek” maka kegiatan pengembangan media baru sebatas yang ada dalam item proyek. Dua hal itu menjadi kendala utama dalam mengembangkan media advokasi. Sedang diupayakan untuk melakukan kerjasama dengan NGO lain yang melakukan kegiatan di Kabupaten Sukabumi (Foto Voice), dengan mengembangkan media advokasi dengan menggunakan visual.

Pengembangan media advokasi sangat diperlukan, karena meida dianggap cukup efektif untuk mempengaruhi kebijakan dan sekaligus sebagai media sosialisasi program/kegiatan. Kendala yang dihadapi selama ini adalah masih terbatasnya kapasitas SDM pengelola, baik dari sisi keterampilam teknis dan penguasaan issue-isue kebijakan tertentu, seperti anggaran, pendidikan dan kesehatan. Keterbatasan anggaran dan pendeknya program,  seringkali menjadi hambatan utama dalam pengembangan media, karena media tidak terlepas dari kebutuhan dana.

Media advokasi yang telah dikembangkan oleh FITRA yaitu kalender anggaran, telah diterbitkan tahun yang lalu untuk Kota Sukabumi. Tahun anggaran yang akan datang (2010) akan menerbitkan kalender anggaran kabupaten Sukabumi. Blog FITRA sdh berjalan dan terus dikembangkan berjejaring dengan Seknas FITRA. Yang akan dilakukan kedepan yaitu kerjasama dengan Radio local dan TV local dalam mengisi program acara yang membahas kebijakan publik. Poster,Leaflet, Pamplet, akan dbuat dengan mengemas issue-isue layanan publik dan anggaran.

(Nandang Suherman)

Comments are closed.