“Negara yang Gandrung Piala”
Kalau seseorang berhasil bekerja sesuai kewajibannya, masih perlukah penghargaan diberikan kepadanya? Perlukah piala bagi dokter-dokter yang sukses menyelamatkan nyawa orang? Perlukah piala bagi polisi yang bisa menangkap maling? Kalau pemerintah sukses menggolkan anggaran 20% bagi pendidikan, perlukah kita memberinya award? Bukankah itu tugas konstitusional yang diembannya? Tugas yang harus dilakukannya, baik diminta atau tidak diminta?
Jika unit-unit pelayanan publik dianggap berhasil bekerja; jalur-jalur birokrasi pelayanan dipangkas menjadi lebih pendek; aparat ramah dan penuh senyum; biaya pelayanan lebih murah; akses terhadap pelayanan publik lebih menjadi cepat, bukankah itu bukan hal yang istimewa? Bukankah seharusnya begitu?
Untuk apa Piala Adipura diberikan kepada kota yang dinilai bersih? Buat apa pemerintah memberi Award Hijau bagi perusahaan yang dinilai mampu menjaga lingkungan? Dan sekarang, untuk apa Piala Citra Pelayanan Prima diberikan bagi unit-unit pelayanan publik di banyak tempat?
Apa boleh buat. Mungkin kita memang negara yang gandrung pada piala. Gemar puja-puji, dan ramai pamrih.



